BELAJAR BACA MULAI KAPAN?

Belajar baca pada anak usia dini (TK) selalu saja menjadi bahan perdebatan. Satu pihak ada yang “melarang” dipihak lain menganggap itu tidak masalah. Lalu kalau saat TK tidak boleh belajar membaca, saat kapan anak harus belajar baca? Sebelum ditetapkan usia sebagai penentu anak masuk SD (usia 7 tahun) kemampuan membaca terkadang menjadi alat seleksi masuk SD. Bisa kita pahami ketika siswa yang mau masuk kelas 1 SD pada satu sekolah melebihi kapasitas daya tampung kelas, mau tidak mau suka atau tidak harus ada cara penyeleksian. Salah satunya kemampuan baca. Mengapa ada sekolah yang pendaftarnya melebihi kapasitas, karena sekolah tersebut di anggap sekolah unggulan atau sekolah favorit.

Kini setelah seleksi penerimaan murid baru berdasarkan usia (untuk sekolah negeri) dan pilihan sekolah berdasarkan wilayah terdekat dengan sekolah tersebut (seleksi lokal) maka kemampuan baca, tulis, hitung tidak lagi merupakan prasyarat untuk diterima di SD Negeri.

Namun demikian jika kita melihat buku pelajaran yang dibagikan, seperti diasumsikan bahwa anak kelas 1 sudah bisa baca, dan nyatanya memang banyak yang sudah bisa baca, dan ketika ada beberapa anak yang belum bisa baca, anak menjadi “minder” di kelasnya. Lalu kapan dan di mana anak belajar baca padahal waktu di TK kurikulumnya tidak menuntut bisa baca. Ternyata atas kekhawatiran orang tua, lalu anaknya mulai diajari membaca beberapa bulan menjelang masuk SD.

Lalu sebaiknya siapa yang mengajari baca? Jika memungkinkan memang ibu akan lebih baik, namun jika kesibukan, dan lain sebagainya membuat ibu tidak “sabar” untuk mengajari anak, dan memang tidak jarang anak mengalami “kekerasan verbal” saat ia diajari oleh Ibu atau Bapaknya. Sementara menurut hasil penelitian Lise Gliot bahwa membentak dan memarahi anak, dapat merusak sel syaraf otak anak, bahkan dapat mengganggu psikologi anak juga. Silahkan baca, temukan referensinya melalui google. Untuk menghindari hal tersebut tidak ada salahnya untuk memanggil pengajar privat baca tulis, dan kita sebagai orang tua cukup mengawasinya saja.
******

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *