BELAJAR PRIVAT LEBIH EFEKTIF

Belajar privat adalah belajar tersendiri, terpisah dari kelas, belajar atas inisiatif sendiri, dengan demikian materi yang akan dipelajari, tempat belajar dan waktu belajarnya diputuskan atas dasar pertimbangan-pertimbangan pribadi siswa bersangkutan.  Walaupun pada pelaksanaannya ada yang kelompok misalnya gabung bersama temannya, atau adik-kakak, namun anggotanya tetap ditentukan sendiri, berbeda dengan belajar kelas, semuanya diatur oleh pengelola atau penyelenggara kelas, termasuk materi pembelajaran, waktu belajar, jumlah siswa dalam satu kelas, materi yang diajarkan, guru yang mengajarnyapun telah ditentukan, artinya  siswa  tidak memiliki keleluasaan untuk meminta pengajar dengan kriteria tertentu, beda halnya dengan les privat, siswa dapat mengajukan kriteria pengajarnya, misalnya minta pengajar perempuan atau laki-laki, terkadang minta pengajar dengan usia tertentu, minta pengajar dengan karakter tertentu seperti sabar, tegas, dan lain-lain, artinya bukan saja pertimbangan kemampuan materinya, namun juga “kenyamanan” dalam berinteraksi saat proses pembelajaran. Bahkan karena alasan tertentu siswa dapat minta ganti pengajar.

 

Mengapa lebih Efektif?

Efektif, berefek, berpengaruh, tepat guna. Tidaklah berlebihan, jika memilih belajar privat dengan pertimbangan sisi efektifitas, bagaimana tidak efektif,  jika materi yang akan dipelajari siswa yang menentukan sesuai kebutuhannya, misal besok ada ulangan matematika tentang “Bangun Ruang” maka siswa meminta kepada pengajar privatnya membahas materi tersebut. Beda dengan bimbingan belajar kelas, materi  yang akan dibahas sudah ditetapkan, tidak peduli lagi apakah materi tersebut sedang dibutuhkan atau tidak pada saat itu. Waktunya juga fleksibel, bisa saja dengan pengajar membuat kesepakatan waktu belajarnya, waktu yang pas untuk belajar, setelah istirahat, saat situasi di rumah betul-betul kondusif untuk belajar, dan yang penting kriteria pengajarnya  berdasarkan permintaan siswa bersangkutan.

Dari sisi (perhitungan) waktu, intensitas komunikasi antara siswa dengan pembimbingnya jauh berbeda antara belajar privat dengan belajar di kelas. Misal dalam kelas kursus bahasa yang siswanya 10 orang, dalam waktu 90 menit, kalau dibagi rata untuk durasi percakapan antara guru dan siswanya, masing-masing hanya 9 menit. Tapi les privat, terlebih yang perorangan seluruh waktunya ia gunakan sendiri (90 menit). Inilah diantarannya kenapa les privat lebih efektif.

 

Aleksander Agung Belajar dar Guru Privatnya Aristolteles

Belajar privat bukanlah cara belajar yang baru, namun sejak dahulu terutama putra-putri raja belajar secara privat. Aleksander Agung lahir sekitar tahun 356 SM. ibunya seorang dari keturunan raja, dan demikian pula ayahnya, Filipus II. Ketika Aleksander Agung berusia 14 tahun, ia belajar pada seorang filsuf Atena, yaitu seorang filsuf terkenal Aristoteles.

Alexander Agung dengan Guru Privatnya Aristoteles

Pendaftaran Les Privat

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *