MULTIPLE INTELLIGENCES ATAU KECERDASAN GANDA

Multiple Intelligences

Multiple Intelligences (MI) atau  Kecerdasan Ganda adalah sebuah pandangan tentang penilaian terhadap "ukuran" akan kecerdasan seseorang. Ada suatu masa (dahulu) ketika seorang anak dianggap cerdas jika di kelasnya ia selalu memperoleh nilai matematika yang paling tinggi. Anggapan ini tidak salah. Namun ketika anak yang mendapat nilai matematika rendah, lalu anak tersebut dianggap tidak  memiliki kecerdasan, inilah yang tidak tepat.

Pada kenyataannya, bisa saja terjadi, siswa yang di kelasnya paling cerdas matematika, namun akhirnya bekerja pada temannya yang dahulu dianggap biasa-biasa saja. Inilah kemudian penting jadinya mengkaitkan konsep kecerdasan pada kontek kehidupan nyata. Kecerdasan juga sangat kontekstual dengan lingkungan ia berada.

Kecerdasan Terkait Tekait dengan lingkungannya

Seorang Suku Baduy dan Sarjana komputer, sama-sama memiliki kecerdasan (multiple intelligences atau kecerdasan ganda), namun jenis kecerdasan yang mendominasi pada keduanya jelas berbeda, terutama dalam kontek mengatasi permasalahan hidup pada lingkungannya. Jika keduanya berada dalam hutan rimba, maka kemungkinan besar orang suku baduy lebih mampu untuk survive. Bahkan mungkin justru lebih nyaman. Sebaliknya, ia tak akan betah jika diajak duduk-duduk dibangku empuk sambil menghadap computer. Kasus ini memperlihatkan bahwa fungsi utama kecerdasan seseorang sangat erat korelasinya dengan kemampuan mempertahankan "kehidupannya".

Multiple intelligences menggambarkan bahwa  mungkin saja sesorang selain ia pandai matematika, ia juga pandai berbicara, memasak, menyanyi, dan lainnya. Tinggal saja jenis kecerdasan mana yang lebih dominan berkembang, ini juga dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Inilah yang disebut sebagai kecerdasan ganda, atau kecerdasan majemuk.

Teori tentang multiple intelligences atau kecerdasan ganda ini bergema sangat kuat dalam dunia pendidikan. Karena konsep ini menawarkan model  bahwa semua anak memiliki kelebihan. Gardner dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: Teori Multiple Intelegences tahun 1983 mendefinisikan:

Kecerdasan adalah kemampuan memecahkan suatu masalah, atau kemampuan menciptakan suatu (produk) yang bernilai dalam suatu komunitas budaya tertentu.

8 jenis kecerdasan Menurut Howard Gardner:

Kecerdasan Bahasa atau linguistik, yakni  kemampuan memilih kata-kata,  meggunakan bahasa untuk mengungkapkan dan mengapresiasi makna yang komplek. Pekerjaan yang sesuai bidang ini: penulis, penyair, jurnalis, pembicara,penyiar warta berita dll.

  • Kecerdasan Logika matematika: kemampuan untuk menghitung, mengukur, mempertimbangkan dalil atau rumus, hipotesis dan menyelesaikan operasi matematik yang kompleks. Ilmuan, ahli matematika, akuntan, ahli mesin dan programmer computer, semua menunjukkan kecerdasan matematik yang kuat.
  • Kecerdasan Intrapersonal: kemampuan untuk memotivasi orang lain dan mengarahkan hidup seseorang. Beberapa orang yang menunjukkan kecerdasan ini adalah teolog, psikolog, filsuf.
  • Kecerdasan interpersonal: kemampuan memahami orang dan membina hubungan yang efektif dengan orang lain. Kecerdasan ini ditunjukkan oleh guru, para pekerja sosial, actor, atau politisi.
  • Kecerdasan Musik atau musikal: kepekaan terhadap nada, melodi, irama dan nada. Orang yang menunjukan kecerdasan ini adalah komposer, dirigen, musisi, krtikus, pengarang musik, bahkan pendengar musik.
  • Kecerdasan Visual dan Kecerdasan Spasial: kemampuan untuk mengindera ruang secara akurat. Kecerdasan ini seperti yang tampak pada keahlian pelaut, pilot, pemahat, pelukis dan arsitek.
  • Kecerdasan kinestetik: kemampuan untuk menggunakan anggota tubuh dengan trampil. Kecerdasan ini ditunjukkan oleh para atlet, penari, ahli bedah, masyarakat pengrajin.
  • Kecerdasan Alam atau Kecerdasan Naturalis: kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi aneka spesies, tumbuhan atau flora dan hewan fauna, dalam lingkungan. Ahli Biologi, pecinta alam, penjelajah alam.dll.

Setiap Individu Memiliki Keunikanstrong>

Menurut Howard Gardner, semua orang unik dan semua orang memiliki caranya sendiri untuk memberikan kontribusinya bagi budaya dalam suatu kmunitas atau masyarakat. Dalam penelitiannya tentang kapasitas (kemampuan) manusia, ia menetapkan kriteria yang  mengukur apakah bakat seseorang benar-benar merupakan kecerdasan. Setiap kecerdasan pastinya memliki ciri-ciri perkembangan, dapat diamati bahkan dalam kasus khusus seperti sebuah kejadian ajaib pada penderita idiot atau autis savant, mereka semua membuktikan adanya pemusatan pada otak dan menciptakan sebuah rangkaian simbol dan notasi. Howard Gardner menyatakan bahwa setiap orang memiliki semua komponen (spectrum) kecerdasan, memiliki sejumlah kecerdasan yang tergabung yang kemudian secara personal menggunakannya dalam cara yang khusus. Howard Gardner telah memecahkan teori tradisional tentang kecerdasan yang telah melekat menjadi dua keyakinan dasar masyarakat, bahwa kemampuan seseorang adalah sebuah kesatuan dan bahwa semua individu cukup digambarkan dengan sebuah kecerdasan tunggal yang dapat diukur.

Howard Gardner menilai teori ini berfokus secara berlebihan pada kecerdasan linguistik dan matematik sehingga menghambat pentingnya mengetahui tentang bentuk kecerdasan yang lain (multiple intelligences atau kecerdasan ganda). Banyak siswa yang gagal menunjukkan prestasi akademiknya dikategorikan dalam penghargaan yang rendah atau low esteem dan kemampuan mereka (yang sebenarnya) menjadi tidak terlihatdan hilang dari sekolah dan bahkan dari masyarakat secara luas.

Howard Gardner melihat kecerdasan seseorang dalam sebuah nilai dan tes yang terstandard, ia mendefinisikan kecerdasan sebagai:

  1. Kemapuan seseorang untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan dalam kehidupan nyata.
  2. Kemampuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) baik berupa benda atau jasa dihasilkan dari pengamatan di dalam komunitasnya.

Sekilas Tentang Howard Gardner

Howard Gardner mendapat gelar sarjana muda di bidang perhubungan sosial dari Universitas Harvard dengan predikat summa cumlaude. Pada tahun 1965-1966, ia mempelajari filsafat dan sosiologi di London School of Economic Dia memperoleh gelar PhD dalam bidang sosial dan psikologi perkembangan dari Havard University pada tahun 1971.

Sepanjang tahun 1980 ia melakukan penelitian di cina, tahun 1986 Howard Gardner mulai mengajar di Havard School of Education, dan sejak tahun 1995 seluruh kariernya dihabiskan di Cambridge Massachusetts.

_____________________

By: Emris Abe

 

  1. Menjaga Kineja OtakTetap Prima
  2. Gelombang Otak dan Manfaat Mengenalinya
Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *