Sukses Belajar Dan Long Term Memory

sukses belajar

 

Sukses belajar yang ditandai rangking tertinggi di kelas, nilai Ujian Nasional tinggi, masuk sekolah dan Perguruan Tinggi pavorit. Itu semua nyatanya tidak bisa dilakukan dengan "dadakan". Keberhasilan dalam belajar perlu proses panjang. Hal ini sangat terkait dengan cara kerja otak. Apa yang sedang dipelajari sekarang, tentu akan lebih mudah, bila dalam memory telah tersimpan yang berkaitan dengan yang dipelajari itu.

 

Long Term Memory

Saat kita mempelajari sesuatu, maka itu semua terekam dan tersimpan sebagai Ingatan Jangka Pendek (Short Term Memory). Untuk meneruskan sebuah informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang (Long Term Memory) dipengaruhi juga oleh adakah informasi tersebut memiliki hubungan dengan pengalaman sebelumnya. Adakah informasi tersebut berhubungan dengan hal yang pernah dipelajari dan dipahami sebelumnya, yang telah tersimpan sebagai memori jangka panjang lebih dahulu.

 

Penguasaan Materi Yang Berkesinambungan

Untuk memperoleh nilai ujian akhir yang bagus di kelas 6, siswa akan mudah jika selalu mengusai materi di kelas sebelumnya. Artinya siswa mempelajari materi melalui tahapan (pada tiap kelas yang dilalui) dan menguasainya pada tiap tahapan. Jadi logis jika untuk mempelajar "perkalian" misanya, siswa terlebih dahulu mempelajari dan memahami penjumlahan (penambahan). Karena perkalian tidak laih hanyalah penambahan yang berulang. Demikian dengan "pembagian", siswa terlebih dahulu belajar pengurangan. Pembagian tidak lain adalah pengurangan yang berulang. Demikian materi-materi lainnya, umumnya berkesinambungan yang kemudian dibagi dalam tahap-tahap pembelajaran berdasarkan kelas-kelas pada jenjang pendidikan. Pada kelas awal materi disajikan sebagai pengenalan atau materi paling mudah. Pada kelas berikutnya, bobot materipun lebih tinggi lagi, demikian seterusnya.

Untuk menguasai materi lebih mudah pada saat ujian akhir, maka cara terbaik adalah mengusai materi pada tiap tahapan. Mungasai materi pada tiap bab, pada tiap pokok bahasan. Penguasaan materi harus diupayakan sejak awal pembelajaran, karena umumnya materi yang dipelajari berikutnya terkait dengan materi sebelumnya. Bagaimana seorang anak bisa dengan baik memahami perkalian, jika ia tidak paham penambahan.

seorang psikolog ia mencoba mempelajari bagaimana sebuah neuron dapat berpengaruh terhadap proses psikologis seperti dalam proses pembelajaran. Gambaran sederhana tentang LTM:bahwa informasi dari STM akan dikirim ke LTM apabila dilatih, diulan-ulang (rehearsal) di STM dalam jangka waktu yang cukup lama, dan jika informasi tersebut dikombinasikan dengan memori-memori lain yang bermakna dan terlebih "diberi kesan positif", terjadilah peningkatan memorabilitas (kemudahan memori untuk diingat untuk waktu yang relatif lama).

Dengan demikian untuk menjadikan suatu peristiwa atau hal yang kita alami tersimpan sebagai LTM maka perlu disadari akan pentingnya makna dari hal tersebut, dan jika itu semacam keterampilan, kecakapan, penguasaan bahasa atau bahkan pelajaran tertentu, maka perlu ada pelatihan yang terus menerus diulang.

Jadi Long term memory (LTM) terbentuk karena pengulangan yang dilakukan atas short term memory (STM).

Kita dapat membandingkan ingatan tentang suatu tempat. Kita akan mengingat suatu tempat, dan tidak mudah dilupakan, jika tempat tersebut sangat berkesan, dan kita sering mengunjunginya. Demikian dengan mempelajari sesuatu.

 

Sukses Belajar adalah akumulasi dari sukses tiap bab pembelajaran

Pelajari sesuatu itu (pelajaran) tahap demi tahap dan agar setiap yang dipelajar benar-benar dikuasai. Maka tidak ada palajaran yang sulit jika tahapan menuju pada pelajaran yang sulit (bobotnya tinggi) selalu dikuasai. Kegagalan dalam belajar umumnya karena belajar tidak dilakukan secara bertahap, tetapi sekaligus. Umumnya dilakukan saat hendak ujian. Ini tidak sejalan dengan cara kerja otak. Maka sukseskan Ujian akhir dari satu pembelajaran adalah sukses atas pemahaman materi tiap pokok bahasan, tiap bab dan seterusnya. Maka dengan cara ini bangunan pengetahuan akan tersusun dalam memory dengan baik.

 

 A&B

Biaya Berdasar Jenjang Pendidikan

Biaya Privat SD

Biaya Privat SMP

Biaya Privat SMU

 

Gaya Belajar Personal

Tentu selain bagaimana agar yang dipelajari menjadi ingatan jangka panjang, siswa juga perlu memperhatikan bagaimana cara belajar. Cara belajar yang sesuai dengan gayanya belajar. karena setiap siswa memiliki cara belajar yang khas. selengkapnya baca di: Learning Style

 

Share Button