Peran Guru Pada Era Digital dalam Menyongsong Bonus Demografi

Peran Guru

Peran guru dan dosen sebagai pengajar dan pendidik terutama di Indonesia masih tetap berperan penting di tengah kemajuan teknologi khususnya ilmu komputer. Walaupun kini sumber-sumber belajar, referensi ilmu pengetahuan menjadi lebih mudah di dapat melalui internet. Beberapa universitas telah menawarkan kuliah secara online (daring). Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekarang telah menawarkan lebih dari 2000 kuliah secara daring dan telah ada sebanyak 130 juta pengunduhan (download). Khan Academy juga menawarkan kuliah dalam jumlah yang nyaris serupa dan sudah ada lebih dari 100 juta download. Di masa depan, mungkin akan lebih sedikit guru dan profesor, tapi terjadi penambahan jumlah pendamping (coach), perancang perkuliahan, dan kamp-kamp pembelajaran.

Peran Guru

Era digital banyak mengubah berbagai sendi kehidupan. Ada pekerjaan yang hilang, ada juga pekerjaan baru yang tumbuh. Demikan dalam dunia pendidikan, orang mulai bertanya, masihkah siswa perlu belajar di kelas-kelas? Dengan internet seorang dosen maupun guru dapat memberikan video tutorial yang dapat dilihat oleh siswanya maupun orang lain secara publik. Dengan munculnya ide semacam itu banyak yang beranggapan bahwa siswa tak perlu lagi pergi ke sekolah. Karena semua bisa diakses melalui layar kaca saja. Selain itu, banyak juga pihak yang khawatir bahwa kelak peran guru akan tergantikan oleh teknologi. Ide semacam itu ternyata sudah muncul pada tahun terciptanya buku, radio dan televisi.

Pada jaman dahulu, siswa berinteraksi langsung dengan guru, agar ilmu dapat langsung masuk dan dapat dipahami. Pada saat terciptanya buku, ada pemikiran  bahwa  siswa bisa langsung mempelajari buku tersebut tanpa perlu guru lagi.

Pada saat radio dan televisi ditemukan, ide serupa pun muncul. Para ahli berpendapat bahwa para pengajar dapat menyampaikan ilmunya tanpa harus bertatap muka dengan siswanya. Faktanya sampai saat ini, para siswa dan mahasiswa masih pergi ke sekolah untuk mendapatkan materi dari guru dan dosen.

Guru Sangat Dibutuhkan

Indonesia relatif baru memasuki era digital, sehingga peran guru masih sangat dibutuhkan sebagai pembimbing, pembentuk karakter dan kepribadian dalam memasuki era digital. Guru dapat memotivasi, menginspirasi, memberi tantangan kepada siswanya agar proses belajar benar-benar optimal. Guru melakukan evaluasi terhadap kemajuan siswa baik dari kemajuan akademik juga dari sisi karakter dan kepribadian siswa.

Managing News Editor dari LinkedIn, Carolyn Fairchild, menganalisis hasil studi The McKinsey Global Institute. Bahwa tahun 2030  pekerjaan yang memmbutuhkan interaksi manusia, salah satunya yaitu guru yang sangat dicari. Meskipun banyak hal yang bisa dipelajari sendiri dari internet, ilmu yang diperoleh dari orang lain (dalam hal ini guru) termasuk pelajaran berinteraksi dengan manusia lain tetaplah penting.

Bonus Demografi

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *