Gedung Tertinggi Di Dunia

Gedung Tertinggi Di Dunia

Burj Khalifa “Pencakar Langit” dengan ketinggian 828 m ini berada di kota Dubai. Burj Khalifa  saat ini menjadi gedung tertinggi di dunia. Gedung tertinggi  yang merupakan hasil karya cipta perpaduan antara seni, keahlian teknis, dan warisan budaya. Gedung tersebut terdiri atas kantor dengan luas ratusan meter, 900 tempat tinggal pribadi, Armani Hotel dengan 160 kamar, dan At the Top, ruang observasi outdoor di lantai 124. Tambahan terbaru adalah TopSKY, ruang observasi pemecah rekor di lantai 148.

 

At.mosphere adalah restoran mewah yang terletak di lantai 122 Burj Khalifa. Guinness World Record mencatat At.mosphere  sebagai restoran tertinggi di atas permukaan bumi. Burj Khalifa juga merupakan surga bagi para pecinta seni; Ada lebih dari 1000 karya seni yang khusus dibuat dari Timur Tengah dan dari seniman internasional di seantero gedung.

Gedung Tetinggi Di Dunia 2020

Gedung Tertinggi Di Dunia

The Creek Harbour Tower ketinggiannya mencapai 928 meter, direncanakan selesai dibangun pada 2020, juga berada di Dubai. Puncak The Creek Harbour Tower 100 meter lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifa.  Dengan demikiaan The Creek Harbour Tower akan menyandang predikat geung tertinggi di dunia. Gedung tertinggi dunia ini dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava Valls.  Ia dikenal dengan gayanya yang futuristis seperti terlihat di kompleks sains dan seni rupa di Valencia, Spanyo. Demikian juga pada pusat transportasi di gedung World Trade Centre yang baru di New York.

Geografi Dubai

Dubai berda di pantai Teluk Persia di Uni Emirat Arab. Berada pada ketinggian  16 m di atas permukaan laut. Emirat Dubai berbagi perbatasan dengan Abu Dhabi di selatan, Sharjah di timurlaut, dan Kesultanan Oman di tenggara. Dubai memiliki luas wilayah 4.114 km².

Secara seismik, Dubai berada di zona yang sangat stabil, jalur patahan seismik terdekat, Patahan Zargos, terletak 120 km dari UEA dan tidak mungkin memberi dampak apapun terhadap Dubai. Para ilmuwan juga memperkirakan bahwa kemungkinan tsunami di wilayah itu kecil karena perairan Teluk Persia tidak cukup dalam untuk membuat tsunami.

____________________________

 

By: Emris Ab

Membangun Kecerdasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *