Penaklukan Konstantinopel Dan Awal Kolonialisme di Indonesia

penaklukan konstantinopel

Konstantinopel adalah sebuah kota yang merupakan pusat pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur (sejak tahun 330M, masa Kaisar Konstantin). Tahun 1453 ditaklukan oleh Kekhalifah Turki Utsmani, konstantinopel diganti menjadi Islambul (negeri islam). Tahun 1923 Mustafa Kemal mengubah sistem Kekhilafahan Utsmaniyyah menjadi Republik Turki. Nama Islambul diubah menjadi Istanbul. Konstantinopel terletak di antara dua benua (Asia dan Eropa).  Didirikan oleh Kaisar Romawi di atas situs kota Bizantium. Situs ini terletak di jalur darat dari Eropa ke Asia, dan jalur laut dari Laut Hitam ke Laut Mediterania, serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan masyhur di Tanduk Emas. Nama Konstantinopel sebagai penghormatan pada Kaisar Konstantin sebagai penguasa imperium Romawi. Selain letaknya di antara dua benua,  juga sebagai jalur utama perdagangan antara tiga kawasan (Eropa Selatan, Balkan, dan Asia). inilah yang menjadikan Kosntantinopel berkembang pesat. Posisi georafis ini pula yang menjadikan kota ini  sebagai rebutan di antara kerajaan-kerajaan besar di sekitarnya pada saat itu. Kekaisaran Romawi Barat,  Kekaisaran Persia, mencoba untuk menaklukannya namun selalu gagal.

Runtuhnya Konstantinopel oleh Al Fatih

Konstantinopel menjadi salah satu kota terbesar sekaligus benteng terkuat saat itu. Ia dikelilingi oleh tiga lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu Selat Bosphorus, Laut Marmara, dan Selat Tanduk Emas yang terpasang rantai amat besar. Dikelilingi benteng besar, perariran dalam dan rantai yang kokoh, setiap sisi Kontantinopel amatlah sulit untuk dimasuki pihak asing. Namun sejarah mencatat  tanggal 29 Mei 1453 kota dengan benteng legendaris yang tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Ia  juga dikenal dengan Sultan Mehmet II (saat itu berusia 23 tahun). Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani. Lalu nama Konstantinopel diganti menjadi islambul yang berarti negeri Islam. Simak Video berikut:

​​

Awal Kolonialisme  Nusantara

Pergantian kekuasaan dari Kekaisaran Romawi Timur kepada Kesultanan Utsmaniyah (1453) menyebabkan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah terputus. Persediaan rempah-rempah untuk bangsa Eropa  yang sebelumnya bisa didapatkan di Konstantinopel tidak tersedia lagi. Pedagang Eropa terpaksa mencari rempah-rempah ke tempat lain, akhirnya membawanya ke India dan kepulauan Nusantara. 

Portugis masuk ke Maluku (1512), Spanyol  ke Tidore (1521), Pedagang Belanda dengan empat buah kapal berlabuh di Banten (1596). Mereka mencari rempah-rempah untuk diperdagangkan di Eropa. Dalam perjalanannya Belanda menjadi “berkuasa” melakukan monopoli perdagangan, dan imperialisme ekonomi. Belanda berhasil menanamkan kekuasaan perdagangan dan ekonomi di Indonesia ditandai berdirinya VOC (1602), ia berhasil menguasai rempah-rempah. Namun dalam pelaksanaannya seringkali Belanda betindak sewenang-wenang, kekersan bahkan melakukan politik devide et impera. Kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi untuk mendapatkan, menjaga kekuasaan dengan memecah kelompok  menjadi kecil yang  mudah ditaklukkan.

Kesewenangan dan penindasan Bangsa Belanda akhirnya memancing perlawanan oleh rakyat nusantara. Tumbuhnya kesadaran sebagai rakyat yang terjajah, melahirkan semangat untuk bersatu padu melawan segala bentuk penjajahan. Maka dipelopori oleh kaum muda di seluruh nusantara, tahun 1928 melakukan kongres dan secara bersama mengucap sumpah. Bersumpah untuk bersatu sebagai sebuah bangsa, yaitu Indonesia. Dan tahun 1945 Indonesia terlahir sebagai Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. 

___________

By Emris Abe

Pembagian Kekuasaan di Indonesia

Membangun Kecerdasan

Mitigasi Bencana

Topik Menarik dan Penting Lainnya

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *