DKAT (Daerah Konvergensi Antar Tropik) di Indonesia

dkat

DKAT atau Daerah Konvergensi Antar Tropik adalah wilayah yang memiliki suhu tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan yang banyak, mengakibatkan daerah ini memiliki kelembaban yang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan turunnya hujan zenit atau hujan konveksi.

Indonesia yang secara astronomis dan geografis memungkinkan adanya penguapan yang banyak, maka memungkinkan banyak terjadi hujan zenit. Oleh karena itu pada musim kemarau juga masih banyak terjadi hujan, sehingga tidak ada batas yang jelas antara musim kemarau dan penghujan.

DKAT juga disebut Equator Thermal. Letaknya selalu bergerak setiap 14 hari, yaitu bergeser dari utara ke selatan dan sebaliknya pada 23,5 LU – 23,5 LS.

Gambar DKAT menurut Schmidt The Hopen-Schmidt

DKAT

Nampak pada gambar (peta) bahwa garis-garis yang menunjukkan letak DKAT tiap bulan tidaklah mementuk garis-garis lurus. Hal ini dikarenakan, muka bumi Indonesia yang tidak homogen. Permukaan bumi Indonesia sebagian terdiri dari daratan kering, rawa-rawa, dan lautan. Dampak pemanasan bahan muka bumi yang berbeda-beda, mengakibatkan daerah terpanas di muka bumi (DKAT) tidak membentuk garis lurus.

Posisi DKAT di Indonesia:  

  • Januari: pulau Jawa
  • Februari: selatan kepulauan Indonesia.
  • April: utara kepulauan Indonesia.
  • Juni – September: tidak terdapat di Indonesia.
  • Oktober: ujung utara Kepulauan Riau, Sumatera Utara, kemudian secara berangsur bergerak ke selatan sesuai gerak sinar matahari.
  • November-Desember: Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, dan pulau-pulau lainnya yang terletak di antara khatulistiwa.

Di Indonesia rata-rata curah hujan tergolong tinggi, yaitu lebih dari 2.000 mm/tahun. Daerah dengan curah hujan paling tinngi di Baturaden di lereng Gunung Slamet, rata-rata 589 mm/bulan. Sedangkan Palu Sulawesi Tengah merupakan wilayah paling kering dengan rata-rata curah hujannya 45,6 mm/bulan.

Banyaknya curah hujan dipengaruhi oleh:

  1. Letak DKAT dan arah angin.
  2. Bentuk medan dan arah lereng medan.
  3. Posisi geografis daerahnya.
  4. Jarak perjalanan angin di atas medan datar.

Angin yang berasal dari daerah perairan menuju ke daratan pada umumnya dapat menimbulkan hujan. Jika dataran yang dilewati angin itu lebar dan sifat permukaannya tidak berubah maka pada kawasan sekitar pantai bisa terjadi hujan, tetapi di daerah pedalaman tidak terjadi hujan. Kemungkinan hujan akan turun lagi apabila medannya mulai naik. Sebaliknya, jika uap air yang dibawa angin dari daerah perairan belum cukup menimbulkan hujan di kawasan pantai maka di daerah pedalaman kemungkinan akan terjadi hujan, sedangkan pada daerah yang medannya mulai naik hujan tidak akan terjadi lagi. Peristiwa ini sering terjadi pada kawasan Jakarta, Cibinong, dan Bogor.

Pada bulan Januari – Februari hujan turun di Jakarta dan Bogor, sedangkan di Cibinong cuaca cerah. Sebaliknya, pada bulan April – Mei Jakarta dan Bogor cerah, tetapi di Cibinong terjadi hujan.

_________________________

By Emris Abe

Topik Lainnya:

Share Button