El nino dan La nina di Indonesia

el nino

El nino adalah variasi angin dan suhu permukaan laut di wilayah tropis belahan timur Samudra Pasifik yang ireguler dan berkala. Fenomena ini berpengaruh terhadap cuaca di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis Bumi. Periode panasnya disebut sebagai El nino sementara periode dinginnya disebut La nina Periode masing-masing berlangsung selama beberapa bulan untuk beberapa tahun dengan intensitas yang bervariasi.

El Nino dan La Nina merpakan  dinamika atmosfer dan suhu laut yang dapat mempengauhi cuaca di sekitar laut Pasifik. El Nino merupakan bentuk penyimpangan iklim yang terjadi di Samudera Pasifik. Ini ditandai dengan kenaikan suku permukaan laut di khatulistiwa bagian tengah dan bagian timur. Untuk memantau kejadian El Nino, biasanya digunakan data pengukuran suhu permukaan laut pada bujur 170 LU. Sementara itu, fenomena La Nina adala menurunnya suhu permukaan laut pada bujur 170 KU.

El Nino merupakan peristiwa kenaikan suhu di Samudera Pasifik mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan yang ada di atasnya. Pada saat normal, hujan banyak turun di wilayah Indonesia dan Australia. Tetapi El Nino juga mengakibatkan hujan banyak turun di Samudera Pasifik sementara itu di Indonesia dan Australia menjadi kering. Sementara itu, La Nina adalah gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera Pasifik dibandingkan dengan daerah disekitarnya. La Nina mengakibatkan hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Indonesia dan Australia. Sehingga, akan terjadi hujan lebat di daerah ini.

Penyebab Terjadinya:

  1. Terjadi anomali suhu di perairan samudera pasifik.
  2. Adanya perbedaan arus laut di perairan samudera pasifik.
  3. Melemahnya angin pasat di selatan pasifik yang menyebabkan pergerakan angin yang jauh dari kondisi normal.

 

Fenomena ini di Indonesia terjadi mulai bulan April dan akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September. Hal ini akan terus terjadi sampai bulan November atau Desember. La Nina dapat meberikan dampak positif. Misalnya saja naiknya rata-rata produksi pangan. Namun, air laut juga menjadi lebih hangat dari biasanya. Sehingga pasokan klorofil akan menurun dan pasokan ikan nelayan akan berkurang.

Share Button