Real Count KPU Vs Quick Count Pilpres 2019

real count kpu

Real Count KPU untuk pilpres 2019  pada tanggal 20 Mei 2019 telah dinyatakan selesai. Real count KPU adalah perhitungan manual berjenjang. Proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu dilakukan secara manual berjenjang dari tingkat TPS hingga KPU RI. Namun, saat bersamaan KPU juga  menggunakan teknologi informasi untuk menunjukkan hasil Pemilu lebih cepat kepada masyarakat. Teknologi yang sudah dipakai sejak Pileg 2014 itu disebut Sistem Penghitungan (Situng). Yaitu menampilkan C1 (selembar kertas berisi hasil penghitungan suara di TPS) yang di-scan dan dimunculkan angkanya dalam bentuk tabulasi di website KPU.

Selain situng KPU beberapa lembaga survey juga telah melakukan hitung cepa (Quick Count). Untuk mengetahui seberapa akurat hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey tersebut kita bisa melihat beda atau selisihnya. Pada tabel berikut kita lihat perbedaan hasil real cout KPU dengan quick count lima lembaga survey. Perhitungan jumlah suara dalam prosen (%), sebagai berikut:

Tabel 1. 

real count kpu

 

Pada tabel 1 di atas perhatikan pada kolom selisih antara capres no 1 dan 2. Dapat dilihat bahwa perbedaan perhitungan quick count degan real count yang dilakukan LSI berbeda +/- 0,31% saja. Berturut-turut selisih terbesar 1,59% oleh lembaga survey Indikator Politka. 

Jumlah perolehan suara Jokowi – Maruf Amin mencapai 85.607.362 (55,50 %). Sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 (44,50%). Dengan demikian Jokowi – Maruf Amin unggul 16.957.123 suara. 

Real Count dan Quick Count di Indonesia

Indonesia dengan wilayah luas dan penduduk yang begitu banyak menjadikan penghitungan suara pada pilpres memerlukan waktu yang relatif lama. Komisi Pemilihan Umum ( KPU) sebagai penyelenggara pemungutan suara juga harus menghitung dan mencocokkan data di tempat pemungutan suara ( TPS), satu demi satu agar sesuai saat dilakukan rekapitulasi tingkat nasional. Proses penghitungan suara itu bisa dilakukan hingga berbulan-bulan. Selain itu, manipulasi hasil Pemilu juga rawan dilakukan tanpa ada pengawalan. Dengan prinsip dan  untuk mengawali hasil pemungutan suara dalam pemilu, maka sejumlah Lembaga Survei pun memperkenalkan hitung cepat atau Quick Count.

Secara umum, Quick Count merupakan metode statistik untuk mengetahui hasil pemilihan suara dengan mengambil sampel C1 di sejumlah tempat pemungutan suara ( TPS). Sampel yang diambil juga tak sembarang, melainkan secara acak dan representatif mewakili karakteristik populasi di Indonesia. Quick Count dilakukan dengan metodologi tertetntu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Quick count secara nasional mulai dilakukan pada Pemilu 2004. LP3ES sebenarnya telah melakukan metode penghitungan cepat sebelum Pemilu 2004, namun dalam lingkup yang lebih kecil. Hal ini dilakukan oleh LP3ES dengan melakukan penghitungan cepat untuk wilayah wilayah DKI Jakarta.

__________________

Oleh: Emris

Quick Count dan Real Count

 

 

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *