Guru Les Privat saat BDR masa Pandemik Covid 19

Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang pada masa pandemic ini dilakukan, mungkin saja akan terus berlanjut jika kondisi pandemic tidak memungkinkan dibukanya sekolah konvensional, yaitu pembelajaran tatap muka di kelas layaknya yang berlangsung sebelum terjadi pandemic covid19. Tentu saja banyak perbedaan ketika anak belajara di sekolah dengan teman sekelasnya dibawah bimbingan dan pengajaran guru dengan saat belajar dari rumah yang mungkin dibimbing. Atau ditemani orang tua, atau bahkan ia belajar sendiri. Belajar di Rumah tanpa pembimbing Ada siswa yang bisa belajar mandiri, artinya ia bisa belajar tanpa guru atau pembimbing, bahkan saat menemukan kesulitan, ia bisa mencari solusinya melalui sumber-sumber pembelajaran melalui internet atau ia bisa mencari nara sumber yang bisa diajak diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tentunya inipun tergantung pada tingkat kesulitan materinya. Namun tidak sedikit siswa yang kesulitan saat belajar sendiri dan harus menjcari solusi atau jawaban sendiri ketika menemukan materi yang sedang dipelajarinya. Akhirnya anak sering mengeluhkan kesulitan nya itu pada orang tuanya. orang tuapun tak bisa berbuat banyak. Akhrnya anak hanya bisa mencoba-coba, mencari-cari solusi dengan caranya sendiri. Diantara mereka yang merasa kesulitan menemukan solusi, lalu merasa lelah dan terkadang terlihat frustasi

dan kondisi ini membuat keprihatinan orang tua juga pada akhirnya.

Belajar Dari Rumah dengan bimbingan Guru Les Privat

 

 

 

 

 

 

Namun umumnya Para orang Tua kini menyadari akan pentingnya Guru les privat untuk mendampingi saat putra-putrinya belajar di Rumah, terlebih saat dilakukannya BDR atuau PJJ pada masa pandemic ini. Selain itu belajar dirumah dengan mendatangkan guru les privat,  merupakan langkah yang bijak terutama untuk meningkatkan prestasi akademik putra-putri kita, karena saat belajar dengan ada pendampingnya, anak bisa mengungkapkan masala-masalahnya yang belum dipahaminya dengan lebih terbuka, dan ini membuat belajar dengan guru les privat menjadi menyenangkan.

Juga ada pendapat yang bisa dijadikan pertimbangan untuk mendatangkan guru les privat, seperti yang diungkap oleh tutor berlisensi dari Malboro College Vermont, Amerika Serikat, dilansir dari Kompas.com, sebagai berikut: Setiap anak memiliki cara berbeda memahami pelajaran sekolah. Ada anak bisa menerima pelajaran di kelas, ada pula anak membutuhkan bantuan ekstra. Walau begitu, bukan berarti anak yang butuh bantuan ekstra adalah anak kurang cerdas. Menurut tutor berlisensi dari Malboro College Vermont, Amerika Serikat, Laura Goldblatt, ada anak memang butuh bimbingan lebih personal(Les Privat) untuk bisa memahami pelajaran. “Ketika anak-anak tumbuh pada keluarga yang sibuk, pengajaran secara individu dapat membuat sesi belajar anak lebih produktif,” tambah Goldblatt kepada situs Parents. Pengajaran secara individu atau bahasa lainnya ialah les privat, bisa jadi dibutuhkan oleh anak, terutama saat anak menunjukkan sejumlah tanda ini: 1. Nilai anak turun Saat nilai ulangan anak turun, ada hal-hal yang perlu dicari tahu orangtua. Mulai dari kondisi kesehatan, pergaulan di sekolah, serta apa saja kesulitan anak dalam mata pelajaran tersebut. Bila anak kerap mengeluhkan pelajaran yang semakin sulit, Goldblatt berpendapat memiliki guru privat dapat membangun kembali keberhasilan akademis anak di masa datang. Seorang tutor berpengalaman dari lembaga les umumnya mengetahui cara efektif agar anak lebih mudah menangkap konsep pelajaran, terlebih untuk pelajaran matematika dan sains. Sehingga dapat menjadi upaya awal untuk memperbaiki nilai anak di sekolah. 2. Anak tidak percaya diri Tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik merupakan alasan utama mengapa anak “benci” terhadap mata pelajaran tertentu. Jadi, bila orangtua menemukan anak malas sekolah karena ada pelajaran Fisika, itu adalah sinyal anak butuh bantuan. Pelajaran matematika dan sains memang butuh logika berpikir dan tak sekadar menghapal rumus. Bila orangtua tidak yakin bisa mengajarkan konsep-konsepnya, maka memanggil guru privat bisa menjadi solusi. Mengapa? Kehadiran guru privat bisa membuat anak lebih bebas menanyakan tentang konsep yang tak dipahaminya, ketimbang menanyakannya di tengah banyaknya teman di kelas. Saat anak memiliki keleluasaan ungkapkan masalah dan menemukan solusi, diharapkan proses belajar menjadi lebih efektif. “Saat anak memahami konsep yang sebelumnya tak ia mengerti, maka anak akan merasa senang, menjadi lebih percaya diri untuk pergi ke sekolah, sehingga ia menjadi murid yang lebih aktif di sekolah,” tutur Goldblatt. 3. Sering lupa PR Saat anak kerap lupa mengerjakan PR sekolah, bisa jadi beban akademis anak sudah melebihi kemampuannya. Bisa juga, anak memerlukan pembimbing untuk mengatur waktu belajar. Menetapkan jadwal les bisa menjadi cara mengajarkan anak disiplin mengerjakan PR, mengulang pelajaran yang ia dapatkan di sekolah, hingga berupaya memahami mata pelajaran sulit. Tak hanya anak, dengan adanya guru les, orangtua juga dituntut untuk bisa mengatur waktu, yakni kapan anak bermain dan belajar. 4. Kesibukan orangtua Proses belajar semestinya terjadi di dua tempat yakni di rumah dan di sekolah. Artinya, di rumah orangtua juga memiliki “tugas” untuk membantu anak lebih memahami apa saja yang ia pelajari di sekolah. Namun, tak bisa dimungkiri kesibukan bekerja membuat banyak orangtua tidak bisa turut andil menemani anak belajar. Atau, bisa pula orangtua tidak mampu memahami semua jenis mata pelajaran, sehingga tidak bisa maksimal membantu anak kerjakan PR sekolah. “Jika orangtua tidak punya waktu atau pengetahuan tentang mata pelajaran atau proyek sekolah yang sulit, guru les bisa menjadi ide bagus untuk mempertahankan hingga meningkatkan prestasi anak,” kata Goldblatt. 5. Anak sulit fokus Anak-anak yang mengalami gangguan fokus, disleksia, atau masalah pemrosesan visual harus berjuang lebih keras dalam memahami pelajaran ketimbang teman-temannya. Bisa jadi inilah yang membuat nilai anak tak capai target. Itulah mengapa, anak-anak tersebut membutuhkan bimbingan yang lebih privat. Sehingga mereka bisa memproses pelajaran secara personal dan bertahap. “Seorang guru les dapat menyajikan informasi dengan cara yang lebih mudah dipahami anak, yang kemudian dapat membuat sekolah terasa lebih menyenangkan untuk mereka,” ungkap Goldblatt. 3. Mengurangi kemungkinan terjadinya Konflik dalam keluarga Goldblatt menambahkan, memanggil guru les juga bisa menurunkan kemungkinan terjadinya konflik di keluarga, seperti “omelan” saat nilai turun serta anak menjadi stres. “Bila berkaitan dengan masalah akademis, yang perlu dilakukan orangtua adalah mencari solusi.”

Bimbingan Belajar A&B

A&B adalah Bimbingan Belajar Guru les Privat ke Rumah berdiri sejak 20 tahun lalu dengan pengalaman membimbing siswa les privat lebih dari 9000 siswa mulai dari tingkat (terutama)TK hingga SMU.. dengan Izin Diknas No.081/PLSM/X/JS/2004. yang melayani wilayah Jakarta dan Sekitarnya. Dikelola oleh alumni Universitas Indonesia dengan tim Pengajar dari berbagai perguruan Tinggi terkemuka. Untuk informasi dan Pendaftaran dapat menghubungi Customer service A&B melalui telepon/ whats App tertulis pada banner beriku:

Peta Kantor A&B

Biaya Les Privat (Discount) Awal Tahun Pelajaran 2020-2021

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *